Sejarah PP Miftahul Ulum Induk Jabung



Pondok Pesantren Salafiyah Putri Miftahul Ulum Induk terletak di jalan Raya Sukolilo 12/02 Jabung Malang didirikan pada tahun 1348 H/ 1963 M oleh K.H Ahmad Badri Rofi’i. Pada tahun 1963 ini, santri sudah ada yang mukim tetapi masih terbatas pada lingkungan kampung desa Sukolilo saja.

Pada tahun 1964 M, Kiai mulai mengadakan penambahan sarana pondok pesantren, yaitu dengan membangun pondok pesantren yang berada di depan Masjid Jami' Al-Falah Sukolilo Jabung yang terdiri dari 2 aula dan 2 kamar.

Mulai   tahun 1965 Kiai mulai mengembangkan Pondok Pesantren Putri Salafiyah Miftahul Ulum Induk dengan membangun 9 kamar yang mana pada tahun ini untuk 1 kamarnya ditempati oleh 20 anak.

Sejalan dengan mulai pesatnya minat dan kesadaran masyarakat terhadap Pondok Pesantren Salafiyah Putri Miftahul Ulum Induk, maka setiap tahun jumlah santri mengalami peningkatan dan pengasuh mulai mengadakan penambahan sarana dan prasarana pondok pesantren. Selain itu juga mulai mengadakan renovasi bangunan lantai pondok yang dulunya masih terbuat dari kayu mulai direnovasi menjadi lebih baik.

Dari tahun 1963-1965 sistem pengajaran masih terbatas pada pengajaran Al0Qur’an dan kitab-kitab klasik serta masih belum ada pengelompokan antara santri lama dan santri baru. Baru pada tahun 1980 M mulai diadakan sekolah/madrasah diniyah dengan sistem semester, untuk madrasah diniyah pengasuh membuka Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS), dan  Madrasah Aliyah (MA). Tempat mengaji dan sekolah santri berada di aula pondok pesantren dan juga menempati tempat-tempat atau bilik yang terpakai atau masih kosong.

Pada saat kepresidenan dipimpin oleh K.H Abdurrohman Wahid, pemerintah mulai mengadakan program wajib belajar 9 tahun. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) dua menteri, yaitu menteri agama yang pada saat itu dijabat oleh Tolhah Hasan dan menteri pendidikan yang waktu itu dijabat oleh Muhaimin, mereka membuat kesepakatan dengan mengutarakan pendapat bahwa untuk saat ini santri pondok pesantren harus memiliki ijazah formal yang diakui oleh pemerintah, karen apada dasarnya kualitas daripada lulusan santri pondok pesantren itu lebih berguna di masyarakat daripada lulusan sekolah pendidikan formal yang bukan berada pada lingkungan pesantren. Berdasarkan SKB dua menteri tersebut maka pemerintah mengadakan program wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas)

Sejalan dengan  adanya program Wajar Dikdas dari pemerintah, maka Pondok pesantren Salafiyah Putri Miftahul Ulum Induk pada tahun 1999 mendirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbuka dan baru pada tahun 2006 membuka Sekolah Menengah Atas (SMA) terbuka.
Seiring tidak diberlakukannya program SMP dan SMA terbuka, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Induk Kemudian membuka program pendidikan formal unit Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Alilyah (MA) dan terus berlaku sampai sekarang.